GoriGorinaMoury

Selasa, 05 April 2016

Tiada hasil yang menghianati usaha

suasana kelas perdana kelas menulis kepo angkatan 3
(sumber gambar: twitter @kelas_kepo )


Kelas Menulis Kepo, awalnya cuma tertarik kemudian mencoba dan akhirnya saya bisa ikut bergabung. Jika sebelumnya saya bercerita tentang alasan saya membuat blog dan mulai mencoba-coba menulis dan mengirim tulisan, silahkan mengintip cerita sebelumnya disini http://sarwendahmoury.blogspot.co.id/2016/03/ini-penyebab-keinginanku-membuat-blog.html

Hari ini saya akan mulai bercerita, saat saya menerima email pengumuman dari "kelas menulis kepo", seperti gambar dibawah ini;

pengumuman kelas menulis kepo angkatan 3

Awalnya saya melihat subject "pengumuman". Melihat kata itu. jujur saja jantung saya sontak berdebar-debar layaknya menanti pengumuman kelulusan pada umumnya, perasaan ragu sempat mengampiri. sebelum saya membuka email yang sementara loading pada saat itu,  saya kembali mengingat tulisan yang saya kirim tempo hari dengan judul "sepiring soto banjar" saya rasa tulisan itu memang tidak terlalu pas dengan tema yang ditentukan oleh "kelas menulis kepo" yg harus bertema "kota makassar", sedangkan dalam tulisan itu, saya hanya menyentil sedikit tentang kota makassar. Email pun terbuka dan sambil membaca kata pengantar selamat malam, saya masih mencoba membesarkan hati seandainya memang tidak lulus, setelah sampai pada kata "adapun peserta yang kami nyatakan lolos seleksi adalah sbg berikut;" sumpah! ini momen yg cukup mendebarkan, kembali saya mencoba mengscroll kursor kebawah dan tepat di no.8 (angka favoritku dengan seseorang, cieeciee masalalu) yup fokus! "angka 8. wenwenmoury" sebuah kebanggaan tersendiri melihat nama itu terselip diantara 10 nama yg dinyatakan lolos. Alhamdulillah:)

Entahlah orang mau beranggapan ini hanya momen kecil yg terlalu saya dramatisir atau apapun itu, intinya setiap momen yang saya lalui dihidup ini dengan usaha, kerja keras dan doa saya yakin dan saya selalu percaya Tuhan tidak pernah membiarkan sesuatu itu terjadi begitu saja, semua memiliki alasan terbaiknya masing-masing, sehingga semuanya harus pandai-pandai saya syukuri.  Adapun jika ada hal yang sangat saya inginkan namun belum terkabulkan bukan berarti Tuhan tidak melihat usaha saya ataupun tidak mendengarkan doa saya, namun bisa jadi itu bukan yang terbaik bagi saya ataukah sesuatu itu belum waktunya untuk saya. Saya percaya, amat percaya dan sangat percaya itu!!!

Jumat, tanggal 1 April 2016. Yuppp...itu adalah hari pertemuan perdana "kelas menulis kepo", tempat Meetup beralamatkan di KafeBaca Adhyaksa Jl. Adhyaksa Lama (Samping Radio PLS), karena saya bukanlah orang yg sering menghafal nama-nama jalan yang ada dikota makassar, maka bertanyalah saya kepada om google map. Setelah browsing saya sudah paham arah menuju KafeBaca, namun perjalanan ketempat tersebut cukup berkesan, karena saat itu adalah kali kedua saya mengendarai motor, yg pertama kali adalah tujuan kampus unhas dua hari sebelum "kelas menulis kepo" dimulai. Dengan modal keberanian dan Bismillah menuju KafeBaca tentu itu adalah pengalaman pertama lagi mengendarai motor dengan jarak tempuh yg lebih jauh, terlebih saya berangkat sore dengan riuh kemacetan jalan raya, syukurlah dapat sampai dengan selamat.

saat memasuki KafeBaca, saya sempat membeli minuman jeruk berbulir, belum sempat saya tenggak minuman itu, saya melihat kesana-kemari dan mendapati seseorang duduk dipojok kafe yg wajahnya tidak tampak asing lagi di website "kelas menulis kepo" yah lelaki dengan ciri khas rambutnya yg ikal, berkarakter dan menurut pandangan saya sekilas seperti seniman atau mungkin lebih tepatnya sastrawan, bisa tebak siapa dia? Namanya Kak anchu/kak Lebug (saya baru tau namanya saat perkenalan diforum) waktu pertama kali melihatnya, saya menghampiri dan bertanya "maaf kak, disini pertemuannya kelas menulis kepo?" dan ia menjawab dengan suara lembut "iyah, tunggu yang lain dulu di' " saya menyambung dengan cepat "oh iye kak" saya berbalik sembari mengambil posisi duduk dan menenggak minuman jeruk berbulir di tanganku yang masih dingin.

Peserta yg hadir hanya 9 orang dari total peserta 10 orang. kelas dimulai dengan perkenalan one by one dan saya cukup cepat menghafal beberapa nama yg menjadi teman angkatan saya waktu itu, beberapa teman yg saya ingat dengan kesan pertama yg saya rasakan adalah sebagai berikut; teman yg paling pertama saya ajak kenalan adalah Uci (dia ramah, cantik dan sangat imut), kemudian saya berkenalan dengan Kak Sarti (sangat energik dan dewasa), Ana (kalem n smart), Mukhsin (kalem, muda kelahiran 97 tapi saya yakin dibalik usianya yg masih sangat muda dan sifat kalemnya itu pasti dia adalah anak yg cerdas, pekerja keras dan sangat bersemangat), selanjutnya ada Titin (anak ini saya lihat sedikit tomboy, ceria, dan humble), Kak Aliya (walau belum sempat berkenalan secara langsung saya yakin dia tipe pemimpin yg cerdas), lanjut lagi Tika (sepertinya dia sangat bersemangat dan memiliki motivasi tinggi untuk belajar), Kak Mute (dia cantik dan agak serius kayaknya, saya tidak sempat berbicara banyak dengan kak mute waktu itu, kami hanya sempat berkenalan nama dan berjabat tangan, kak mute sempat memperkenalkan dirinya bekerja sbg penyiar di radio PLS wah....semoga bisa belajar banyak dari kakak mute ini:). Selain perkenalan dengan teman angkatan, ada beberapa kakak-kakak angkatan (kakak kelas) yg masih saya ingat namanya saat perkenalan diantaranya yaitu Kak ifa, Kak ruris, Kak lebug, Kak ipul, Kak dandi dan Kak iqbal, maav bagi kakak yg hadir namun belum saya sebutkan namanya, ini benar-benar karena saya lupa, "maavkeun" keterbatasan ingatanku ini yah:(. 

Selain perkenalan, malam itu kami dijelaskan tentang sejarah singkat terbentuknya Kelas Menulis Kepo, aturan kelas, materi pembelajaran, jadwal kelas dan pembagian kelompok, hingga pemilihan ketua kelas angkatan ketiga dan menurut voting yg terpilih yaitu Kak Alya,,,yeeeyy:)

Saya menengok jam dinding yg berada tepat didepan saya, tidak terasa 3 jam berlalu di KafeBaca, saya khawatir untuk pulang malam dengan mengendarai motor yg belum terlalu lihai, apa lagi saya adalah peserta dengan alamat rumah paling jauh dari lokasi pertemuan, kalau kata kak Ipul tempat tinggal saya sudah "diluar perbatasan" hampir tidak diakui makassar lagi...hiks...teganya:D haha

Kelas ditutup dan kami dipersilahkan pulang, saya bergegas keluar kafe (saking terburu-buru tanpa pamit lagi sama kakak-kakak pengajar, senior dan teman-teman semua, maavkeunkaa...:( ) saya hanya sempat pamit dengan Uci dan Kak Sarti setelah itu saya menuju parkiran dan saat itu adalah pertama kali saya mengendarai motor malam hari (sempat kebingungan menyalakan lampu motor saat pulang, haha) benar-benar pengalaman menguji nyali bagi saya namun semuanya sangat berkesan. 

Terima Kasih "Kelas Menulis Kepo" yg sudah menerima saya sebagai salah satu peserta, perjuangan saya dikelas menulis kepo baru dimulai, semoga akan banyak ilmu bermanfaat yg diperoleh, dan semoga majelis ini bermanfaat untuk kita semua, terkhusus kakak-kakak yg ikhlas sudah bersedia menyisihkan waktu berharganya untuk orang-orang yg ingin belajar, semoga bernilai amal jariyah yg pahalanya terus mengalir tanpa akhir.

Untuk teman-teman yg membaca tulisan ini, semoga ada manfaat walau sedikit:)
tetaplah menulis, yakin tidak ada hasil yang menghianati usaha, terus belajar jangan lupa selalu melibatkan doa disetiap kegiatan, mengutip  Albert Einstein "science without religion is lame religion without science is blind" . That's Right :)

sekian yah...sampai bertemu ditulisan selanjutnya:)
Rabu, 6 April 2016
ditulis dikamar, pukul 00.37 wita, Daya Makassar
_WenwenMoury_







2 komentar:

  1. Keren, semangat terus yah kak.

    Saya salut kamu bisa ingat namanya semua. Dan thanks untuk kesan pertamanya. :D

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca:) silahkan membubuhkan kritikan pedas maupun kritikan yg membangun:)